Ekosistem embodied AI lengkap di satu tempat
Selama World Robot Conference 2026, X Square Robot dari Shenzhen menampilkan rangkaian lengkap teknologi embodied AI, dengan fokus pada integrasi model dasar, perangkat keras robot, sistem manipulasi, dan infrastruktur data. Pameran diadakan di stan C107 di Beijing dari 19 hingga 23 Agustus. Presentasinya tidak hanya terbatas pada satu aplikasi - perusahaan menunjukkan bagaimana pendekatannya dapat diskalakan antara industri dan rumah.
Inti dari pameran adalah model WALL-B, yang menjadi fondasi bagi banyak aplikasi. Dengan lengan yang berkembang sendiri dengan enam derajat kebebasan dan sistem persepsi canggih, model ini memungkinkan untuk melakukan tugas-tugas kompleks dalam kondisi fisik yang berubah - mulai dari memindahkan paket hingga menata bunga. Ini bukan hanya demonstrasi teknis, tetapi contoh strategi perusahaan: membangun kecerdasan yang berfungsi di dunia nyata, bukan hanya di laboratorium terkontrol.
Logistik sebagai uji coba operasional nyata
Salah satu contoh paling konkret adalah demonstrasi logistik yang dilakukan sebelum WRC 2026. Selama siaran langsung, sistem X Square Robot memproses 1816 paket dalam satu jam, mencapai akurasi lebih dari 98 persen. Ini bukan hanya otomatisasi - tetapi tentang kemampuan untuk membuat keputusan secara real-time. Paket datang dalam berbagai bentuk, ukuran, dan tata letak; beberapa penyok, yang lain memiliki label yang terbalik.
Sistem yang menggunakan model WALL-B menganalisis setiap paket secara individual. Lengan dapat memindahkannya, memutarnya, membukanya, dan menempatkannya ke arah yang benar di atas ban berjalan. Ketika salah satu lengan melihat bahwa sebuah paket menuju jalur yang salah, ia akan campur tangan secara otomatis - menunjukkan kemampuan untuk menangani pengecualian tanpa perlu pemrograman ulang penuh.
Manipulasi yang cekatan dalam kondisi rumah tangga
Gambar diperbesarTutup perbesaranGambar sebelumnyaSebagai bagian dari WRC 2026, perusahaan tersebut menunjukkan bagaimana embodied AI dapat berfungsi di luar pabrik. Salah satu contoh paling menarik adalah demonstrasi pengaturan buket bunga. Robot dengan dua lengan menerima instruksi bahasa: "Buat buket mawar merah, tambahkan daun hijau, dan letakkan di vas".
Sistem harus mengenali warna, menemukan bunga yang sesuai, memindahkannya, mengatur vas, menambahkan elemen lain - semua ini dalam kondisi yang berubah. Ketika demonstrator memindahkan vas atau mengubah tata letak bunga, robot tidak berhenti, tetapi menyesuaikan urutan tindakan. Ini menunjukkan perbedaan antara pemrograman sekuensial dan kecerdasan embodied sejati - kemampuan untuk beradaptasi dan memahami konteks.
Pengumpulan data sebagai fondasi bagi AI
Di bawah semua aplikasi terdapat sistem QUANXTA Zero - platform untuk mengumpulkan data untuk AI yang terwujud. Set ini mencakup perangkat yang dapat dikenakan, wearable, dan gripper manual, yang memungkinkan perekaman gerakan manusia tanpa koneksi fisik ke robot.
Perusahaan tersebut mengklaim bahwa sistem menyinkronkan aliran data dengan akurasi hingga 1 milidetik dan dapat mengumpulkan data visual, taktil, dan audio bersama dengan presisi pemosisian pada tingkat milimeter. Selain itu, X Square Robot mengklaim bahwa 1000 sampel yang dikumpulkan tanpa robot dan 100 dari robot sungguhan dapat memberikan efek yang sebanding dengan 1000 sampel dari robot sungguhan - yang menunjukkan pengurangan biaya dan waktu yang signifikan dalam proses pelatihan.
Masa depan rumah sebagai lingkungan untuk AI
Sebagai bagian dari program "X Family Member Program", perusahaan tersebut menampilkan model realistis tentang kehidupan sehari-hari di rumah - mulai dari sarapan hingga makan malam, hingga keluar dari apartemen. Alih-alih menyajikan fungsi tunggal, demonstrasi menggabungkan berbagai skenario: robot membantu menyiapkan makanan, menjawab pertanyaan melalui aplikasi, mengingatkan tentang pergi, dan mengontrol perangkat rumah tangga.
Ini bukan hanya teknologi - ini adalah contoh masa depan di mana robot tidak terisolasi, tetapi berfungsi sebagai bagian dari ekosistem. Namun, tantangannya adalah bahwa rumah adalah lingkungan yang tidak stabil: objek berubah, orang bergerak, dan situasinya hampir selalu tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, kemampuan untuk beradaptasi dan memahami konteks menjadi kunci - dan itulah tujuan AI yang terwujud.

